A. KEANEKARAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA
1. Pengertian budaya
Budaya
merupakan suatu hal yang di hasilkan masyarakat dari kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya mengkrisatal atau mendarah daging.
Dalam
perspektif antropologi “kebudayaan” adlah seluruh sistem gagasan tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang di jadikan milik
dari manusia dengan belajar. Dalam buku kebudayaan mentalitas dan pembangunan
juga di sebutkan konsep budaya dalam arti luas yaitu seluruh total pikiran,
karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar pada nalurinya, dan karena
itu hanya di cetuskan oleh manusia yang sesudah suatu proses belajar.
2. Faktor-faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar di
lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial,
politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa yang berbeda, adat
istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan, dan sebagainya.
keragaman kebudayaan lokal di Indonesia
dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut:
a.
Keragaman suku bangsa
Dari ilmu antropologi diketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal
dari Yunan, Cina Selatan.Antara tahun 3.000 – 500 SM Indonesia telah dihuni
oleh penduduk migran submongoloid dari Asia yang kemudian bercampur dengan
penduduk indigenous/ pribumi dan indo-arian dari Asia Selatan. Klasifikasi suku
di Indonesia menurut Van Vollenhoven yang membagi Indonesia ke dalam 19 daerah
suku bangsan, yaitu:



















b.
Keberagaman bahasa
Indonesia termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia (Australia-Asia).
Gorys Keraf membagi rumpun bahasa ini ke dalam subrumpun:
1)
Bahasa-bahasa Austronesia Barat atau Bahasa-bahasa Indonesia Melayu yang meliputi:
Ø Bahasa-bahasa Hesperonesia (Indonesia Barat) yang
meliputi: bahasa , Aceh, gayo, Batak, Minangkabau, Melayu, Melayu Tengah,
Lampung, Nias, Mentawai, Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Bali Sasak, Gorontalo,
Toraja, Bugis-Makasar, Bima, Manggarai, Sumba, Sabu.
Ø Bahasa-bahasa Indonesia Timur yang meliputi:
bahasa Timor-Ambon, Sula Bacan, Halmahera Selatan-Irian Barat.
2)
Bahasa-bahasa Austronesia Timur atau Polinesia yang meliputi:
Ø
Bahasa-bahasa Melanesia (Melanesia dan Pantai Timur Irian)
Melanesia (dari bahasa Yunani "pulau hitam") adalah sebuah
wilayah yang memanjang dari Pasifik barat sampai ke Laut Arafura, utara dan timur laut Australia.
Ø
Bahasa-bahasa Heonesia (Bahasa Polinesia dan Mokronesia)
c.
Keberagaman religi
Indonesia memiliki keberagaman agama atau kepercayaan. Di Indonesia
terdapat enam agama yang diakui secara resmi oleh negara yaitu: Islam, Katolik,
Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Selain itu berkembang pula
kepercayaan-kepercayaan lain di massyarakat. Sistem religi dan upacar keagamaan
sangat lambat untuk di ubah tidak seperti sistem teknologi dan peralatan yang
sangat cepat dapat berubah sesuai dengan
kebutuhan manusia.
d.
Keberagaman seni dan budaya
Suku bangsa yang beragam di Indonesia tentu menghasilkan kebudayaan yang
beragam pula. Salah satu wujud itu adalah kesenian, baik seni sastra, seni
tari, seni musik, seni drama, seni rupa dan sebagainya.
3. Manfaat Keberagaman Budaya
Keberagaman budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita. Dalam bidang
bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya
perbedaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, dalam bidang
pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan
pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul
dari sumber daya manusia di masing-masing daerah dapat pula dijadikan acuan
bagi pembangunan nasional.
4. Masalah Akibat Keberagaman Budaya
Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang sama ciri-ciri, kehendak, dan adat
istiadatnya tentunya lebih mudah daripada mengurus sejumlah orang yang semuanya
berbeda-beda mengenai hal-hal tersebut.
Gagasan yang menarik untuk diangkat mengatasi/ mengikis kesalah pahaman
dan membangun benteng saling pengertian adalah dengan multikulturalisme dan
sikap toleransi serta empati.
1)
Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan
kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, dan
berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat
menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka
anut.
Didalam multikulturalisme masyarakat diminta untuk melihat dan menyikapi
perbedaan, multikulturalisme juga mengajak masyarakat untuk melihat keragaman
budaya dalam kacamata kesederajatan maksudnya tidak ada budaya yang lebih
tinggi daripada budaya lain. Didalam multikulturalisme juga tidak boleh ada
diskriminasi terhadap suatu komunitas suku bangsa tertentu karena hal itu akan
menjadi benih perpecahan dan konflik. Semua suku bangsa harus diperlakukan sama
dan dilibatkan dalam berbagai aspek kebangsaan baik sosial, politik, hukum,
maupun pertahanan dan keamanan. Hanya dengan cara demikian seluruh potensi suku
bangsa akan bahu-membahu membangun perdapan bangsanya yang lebih baik.
2) Toleransi dan empati
Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan
dengan orang atau kelompok lain.
Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan
orang lain.
toleran dan empati ini sangat
penting ditumbuh kembangkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di
Indonesia.
Cara pikir seperti ini akan membawa kita pada sikap dan tindakan untuk
tidak memperuncing perbedaan, tetapi mencari nilai-nilai universal yang dapat
mempersatukan.
5. Integrasi Nasional
Integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang utuh atau
bulat. Integrasi bisa terjadi secara horisontal dengan pihak yang sederajat,
ataupun secara vertikal.
Pendapat para ahli
mengenai integrasi nasional:
1. Higgins
Memahami integrasi nasional dengan melihat proses penyatuan kelompok
budaya dan sosial pada satu kesatuan wilayah dan identitas nasional.
2. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin
Proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya,
yaitu aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya.
3. J. Soedjati Djiwandono
Cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat
didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri. Hak tersebut perlu dibatasi
pada suatu taraf tertentu. Bila tidak, persatuan nasional akan dibahayakan.
Faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional:
1. Homogenitas kelompok
Pada kelompok yang kecil biasanya tingkat kemajemukannya juga relatif
kecil, sehingga akan mempercepat proses integrasi nasional.
2. Mobilitas geografis
Faktor geografis memengaruhi efektifitas dan efesiensi komunikasi.
Komunikasi yang berlangsung di dalam masyarakat akan mempercepat integrasi nasional.
Kata kunci dalam mencapai integrasi nasional adalah dengan menjaga
keselarasan antarbudaya.
Ø Peranan pemerintah
1. Pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem
politik nasional yang dapat mengakomodasikan aspirasi masyarakat yang memiliki kebudayaan
yang berbeda-beda.
2. Kemampuan desentralisasi
pemerintah yang diwujudkan dalam agenda otonomi daerah.
3. Keterbukaan dan
demokratisasi yang bertumpu pada kesamaan hak dan kewajiban warga negara.
Ø Peranan masyarakat
1. Meminimalkan perbedaan yang
ada dan berpijak pada kesamaan-kesamaan yang dimiliki oleh setiap budaya daerah.
2. Meminimalkan setiap potensi konflik yang ada
B. MENYIKAPI
PERBEDAAN BUDAYA DI MASYARAKAT
menyikapi
perbedaan bukanlah hal yang mudah dan bukan pula hal yang susah bila kita mau
berusaha. Perbedaan budaya adalah bukan pemicu pertengkaran dan perpisahan atau
perselisihan tapi perbedaan budaya sesungguhnya kekayaan bila kita mau berfikir
positif.
Kesadaran budaya sangatlah di butuhkan dalam
mengelola perbedaan-perbedaan budaya yang ada. Hal ini di karenakan oleh
seringnya perbedaan budaya yang menimbulkan konflik-konflik yang ada didalam
masyarakat.masyarakat terkadang lupa pada dasarnya setiap masyarakat memiliki
pola dan corak kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Sehingga mereka
cenderung memperlakukan sama pada setiap bebtuk kebudayaan. Padahal budaya itu
sendiri berbebtuk sesuai dengan corak masyarakat yang bersangkutan.sikap
seperti inilah sering kali memicu kesalahpahaman yang berujung konflik etnis.
Dengan kesadaran yang di terpkan anggota masyarakt hendaknya integrasi sosial
akan tetap terjaga.
Budaya yang berkembang di masyarakat sejak dahulu
membuat masyarakat di indonesiapada saat ini harus sadar bahwa mereka mempunyai
budaya yang berbeda-beda dan kaya. Dan masyarakat juga harus menyadari bahwa
tidak selamanya budaya yang mereka miliki itu baik, seperti budaya korupsi dan
sebagainya.
Beberapa cara agar kita bisa menerima
perbedaan budaya:
1.
Sadar bahwa setiap manusia di ciptakan berbeda .
2.
Sadar bahwa semua manusia tidak bisa menentukan akan terlahir sebagai
suku apa dan bangsa apa.
3.
Menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bukan kekurangan .
4.
Membicarakan baik-baik jika ada perselisihan
1. Menyikapi perbedaan budaya di masyarakat berdasarkan ‘BHINNEKA TUNGGAL IKA'
Banyaknya
perbedaan kebudayaan dalam suku bangsa bisa menjadi sunber-sunber untuk dapat
menyebabkan terjadinya konflik antara suku-suku bangsa dan golongan pada
umumnya dalam negara-negara yang berkembang seperti negara Indonesia, ada
paling sedikit lima macam:
1.
Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua
suku-bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata
pencaharian hidup yang sama.
2.
Konflik bisa terjadi kalau warga dari satu
suku-bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari
suatu suku-bangsa lain.
3.
Konflik yang sama dasrnya, tetapi lebih fanatik
dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba
memaksakan konsep-konsep agamanya terhadap warga dari suku-bangsa lain yang
berbeda agama.
4.
Konflik terang akan terjadi kalau satu
suku-bangsa berusaha mendominasi suatu suku-bangsa lain secara politis.
5.
Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan
antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Potensi untuk bersatu atau paling sedikit untuk bekerjasama tentu ada
dalam tiap-tiap hubungan antara suku bangsa dan golongan. Potensi itu ada dua,
yaitu:
1.
Warga dari dua suku-bangsa yang berbeda dapat
saling bekerjasama secara sosial-ekonomis, kalu mereka masing-masing bisa
mendapatkan lapangan-lapangan mata pencaharian hidup yang berbeda-beda dan yang
saling lenglap-melengkapi. Dalam keadaan saling butuh-membutuhkan itu, akan
berkembang suatu hubungan , yang di dalam ilmu antropologi sering disebut
dengan hubungan simbiotik. Dalam hal itu sikap warga dari satu suku-bangsa
terhadap yang lain dijiwai oleh suasana toleransi.
2.
Warga dari dua suku-bangsa yang berbeda dapat
juga hidup berdampingan tanpa konflik, kalau ada orientasi ke arah suatu
golongan ketiga, yang dapat menetralisasi hubungan antara kedua suku-bangsa
tadi.
Realitas suatu bangsa
yang menunjukkan adanya kondisi keanekaragaman budaya, mengarahkan pada
pilihan untuk menganut asas multikulturalisme. Dalam asas multikulturalisme
ada kesadaran bahwa bangsa itu tidak tunggal, tetapi terdiri atas sekian banyak
komponen yang berbeda. Multikluturalisme menekankan prinsip tidak ada
kebudayaan yang tinggi dan tidak ada kebudayaan yang rendah di antara keragaman
budaya tersebut. Semua kebudayaan pada prinsipnya sama-sama ada dan karena itu
harus diperlakukan dalam konteks duduk sama rendah dan berdiri sama
tinggi.
Asas itu pulalah yang diambil oleh
Indonesia, yang kemudian dirumuskan dalam semboyan yaitu “bhineka
tunggal ika”.
“Bhinneka Tunggal Ika” merupakan alat
pemersatu bangsa.
Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan
persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri
atas berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu
bangsa Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa
Indonesia dan tanah air Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah putih
sebagai lambang identitas bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan
dasar negara Pancasila.
Realitas historis
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia berdiri tegak di antara keragaman budaya
yang ada. Salah satu contoh nyata yaitu dengan dipilihnya bahasa Melayu sebagai
akar bahasa persatuan yang kemudian berkembang menjadi bahasa Indonesia. Dengan
kesadaran yang tinggi semua komponen bangsa menyepakati sebuah konsensus
bersama untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan yang dapat mengatasi
sekaligus menjembatani jalinan antarkomponen bangsa.
Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang
dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun
selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak
milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat menyeragamkan
pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,
akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa Indonesia. Pedoman
tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa persaudaraan
dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
Membiasakan bersahabat dan saling membantu dengan sesama warga yang ada
di lingkungan kita, seperti gotong royong akan dapat memudahkan tercapainya
persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib
sepenanggungan, sebangsa, dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional dengan
segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah.
Dalam pandangan Koentjaraningrat (1993:5) Indonesia
dapat disebut sebagai negara plural terlengkap di dunia di samping negara
Amerika. Di Amerika dikenal semboyan et pluribus unum, yang mirip dengan
bhineka tunggal ika, yang berarti banyak namun hakikatnya satu.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika memang menjadi sangat penting ditengah
beragamnya adat dan budaya Indonesia. Menjadi barang percuma, apabila semboyan
penuh makna tersebut hanya menjadi pelengkap burung garuda penghias dinding.
Bhineka Tunggal Ika bermakna berbeda beda tetapi tetap satu jua, sebuah
semboyan jitu yang terbukti berhasil menyatukan bangsa dengan sejuta suku,
bangsa yang kaya akan ideologi, menjadi sebuah bangsa yang utuh dan merdeka.
Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu kita
harus benar-benar memahami maknanya. Negara kita juga memiliki alat-alat
pemersatu bangsa yang lain yakni:
1. Dasar Negara Pancasila
2. Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
3. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan
bahasa persatuan
4. Lambang Negara Burung Garuda
5. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
6. Lagu-lagu perjuangan
Masih banyak alat-alat pemersatu bangsa yang sengaja diciptakan agar
persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Bisakah kamu menyebutkan yang
lainnya? Persatuan dalam keragaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan
dalam keragaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat
mewujudkan hal-hal sebagai berikut:
1. Kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang
2. Pergaulan antarsesama yang lebih akrab
3. Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber
masalah
4. Pembangunan berjalan lancar
Adapun sikap yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan persatuan dalam
keragaman antara lain:
1. Tidak memandang rendah suku atau budaya yang
lain
2. Tidak menganggap suku dan budayanya paling
tinggi dan paling baik
3. Menerima keragaman suku bangsa dan budaya
sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.
4. Lebih mengutamakan negara dar ipada
kepentingan daerah atau suku masing-masing. Kita mesti bangga, memiliki suku
dan budaya yang beragam. Keragaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa
yang tak ternilai harganya. Bangsa asing saja banyak yang berebut belajar
budaya daerah kita. Bahkan kita pun sempat kecolongan, budaya asli daerah kita
diklaim atau diakui sebagai budaya asli bangsa lain. Karya-karya putra daerah
pun juga banyak yang diklaim oleh bangsa lain.
2. Menyikapi perbedaan budaya di masyarakat menurut pandangan Islam
Islam
mengajarkan hubungan dan kerja sama dalam bidang-bidang ekonomi, politik,
maupun budaya tidak dilarang bahkan dianjurkan sepanjang berada dalam ruang
lingkup kebaikan.
Tuhan
menciptakan manusia beraneka ragam bentuk fisik, warna kulit, bahasa, dan budayanya. Jika perbedaan itu disikapi
dengan positif maka akan bermanfaat sekali karena tiap kelompok masyarakat
memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang memiliki keramahan, ketegasan, jiwa
dagang dan lain-lain yang jika dikolaborasikan akan bermanfaat untuk menciptakan
kesejahteraan semua kelompok masyarakat. Sebagaimana firman Allah dalam surah
Al-Hujuran ayat 13 yang berbunyi:
لِتَعَـرَفُواْ
وَقَبَآئِلَ شُعُوباً وَجَعَلْنَـكُمْ وَأُنْثَى ذَكَرٍ مِّن خَلَقْنَـكُم إِنَّا النَّاسُ يأَيُّهَا
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” (Al-Hujurat:
13)
Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW
pernah bersabda:
ارْحَمُوا مَنْ فِي
الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Kasihilah orang-orang yang
berada di atas bumi, niscaya Dia (Allah) yang berada di atas langit akan
mengasihi kamu. (HR. At-Tirmidzi, no. 1924)
Firman Allah dan Hadits Nabi
Muhammad saw di atas kiranya telah memberi gambaran kepada kita semua bahwa
perbedaan bukanlah penyebab perpecahan, justru perbedaan itulah yang mendorong
manusia untuk saling bersatu.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita dihadapkan dengan berbagai persoalan
yang menyangkut perbedaan budaya. Bagi
yang menyikapi secara positif, maka ia akan menemukan ketentraman dalam
hidupnya. Tetapi, bagi yang menyikapi secara negatif, maka pastilah akan
terjadi perpecahan bahkan bisa mengakibatkan pertumpahan darah.
Dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta persatuan dan kesatuan, maka
integrasi perlu ditegakkan. Dalam kajian ilmu sosiologi, ada dua bentuk
integrasi.
1.
Asimilasi (assimilation)
Asimilasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial yang ditandai
dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara
orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha
untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan
memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
2.
Akulturasi (acculturation)
Akulturasi dapat
didefinisikan sebagai proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia
dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu
kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing
itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa
menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Sebagai seorang muslim dan sebagai seorang yang hidup di lingkungan
masyarakat yang memiliki budaya yang berbeda dengan yang lainnya, agar
asimilasi dan akulturasi budaya tersebut berjalan dengan baik untuk menciptakan
integrasi sosial, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT di atas, maka ada
sikap yang harus kita pelihara dan kembangkan. Sikap tersebut adalah sikap
kritis, toleransi, dan empati terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan
sosial. Sikap kritis yang harus dikembangkan dalam masyarakat yang
beranekaragam itu seperti:
1. Mengembangkan sikap saling menghargai
terhadap norma-norma yang berbeda dalam suatu masyarakat
2. Meningkatkan sikap primordialisme
3. Menegakkan supermasi hukum
4. Mengembangkan rasa nasionalisme
penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara
5. Menyelesaikan konflik dengan cara
akomodatif (media kompromi adjudukasi)
6. Mengembangkan kesadaran sosial dan menyadari
peranan individu terutama para pemegang kekuasaan.
Tolerasi merupakan sikap menghargai perbedaan orang lain. Sedangkan
Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasikan dirinya dengan perasaan, pikiran orang lain.
Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasikan dirinya dengan perasaan, pikiran orang lain.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
bahkan
di anjurkan sepanjang berada dalam ruang lingkup kebaikan. Budaya merupakan
suatu hal yang dihasilkan masyarakat dari kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya
mengkristal atau mendarah daging.
Faktor
penyebab keberagaman budaya yaitu keragaman suku bangsa, keragaman bahasa, dan
keragaman religi. Indonesia memilki keberagaman agama terdapat enam agama di
indonesia yaitu: islam, katolik, protestan, hindu, budha, dan konghucu.
Untuk
menyikapi perbedaan budaya di masyarakat bukanlah hal yang mudah dan bukan pula
hal yang sulit. Kesadaran budaya sangatlah di butuhkan dalam mengelola
perbedaan-perbedaan budaya yang ada.
Semboyan
‘BHINNEKA TUNGGAL IKA’ merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan
persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri
atas berbagai suku dan beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu
bangsa indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa
indonesia dan tanah air indonesia.
Islam
juga tidak ada perbedaan, islam juga mengajarkan hubungan kerja sama dalam
bidang-bidang ekonomi, politik, maupun budaya tidak dilarang.
DAFTAR PUSTAKA
Koentajaningrat. 2004, Manusia dan
Kebudayaan Di Indonesia, Jakarta : Jembatan
Koentajaningrat. 2009, Pengantar Ilmu
Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta
Soekarno, Soerjono. 1996, Sosiologi
Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo
http// Sosiologi Budaya.wordpres.com
Koentaja Ningrat. 2000, Pengantar
Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta
yah
BalasHapusTIMΣ TΩ HΔCҜ
BalasHapusNoooooooooooo
Hapus